Diskoria
adalah grup DJ duo yang diciptakan oleh Merdi Leonardo Simandtjuntak dan Fadli
Aat. Diskoria dikenal sebagai grup dj yang konsisten membawakan musik-musik
klasik Indonesia saat mereka tampil. Mereka membawakan lagu-lagu dari Chrisye,
Fariz RM, Guruh Soekarno Putra, Reza Arthamevia ke lantai dansa dan mampu
membuat para pendatang acara Diskoria bernyanyi ria semalaman.
Diskoria
sendiri terinspirasi oleh disc jockey luar negeri yang bangga menampilkan gaya
musik dari asalnya dan Diskoria pun terpacu untuk menampilkan lagu-lagu klasik
asli Indonesia di setiap penampilannya. Pada beberapa waktu lalu, TEN-SKY berkesempatan
bertemu dengan Diskoria di Rumah Opa, Malang. Berbincang bagaimana perspektif
mereka terhadap musik Indonesia serta pengalaman unik yang dialami Diskoria
setelah mengadakan berbagai event dengan grup yang ikut membesarkan DJ duo ini,
Suara Disko.
Bagaimana sih
awal terbentuknya Diskoria ?
Aat : Awalnya kan
saya sama Merdi suka banget koleksi piringan hitam termasuk piringan hitam
musik Indonesia juga. Kita sebenernya udah lama rencana mau main musik-musik
Indonesia dan ternyata disambut sama Daiva dari Suara Disko januari 2015 lalu.
Pertama kali Diskoria main ya di Suara Disko itu.
Jadi dari hobi
Aat dan Merdi dalam mengkoleksi piringan hitam Indonesia menjadi dasar
terbangunnya Diskoria ?
Aat : Iya betul
banget.
Merdi : Kita
berdua waktu itu ngumpul-ngumpulin lagu Indonesia dan kita dengerin
lagu-lagunya. Ternyata banyak lagu-lagunya yang vibenya disko banget. Disaat
kita lagi mikirin konsep buat party bawain lagu Indonesia, Suara Disko juga
hubungin kita, mereka mau bikin party bawain lagu-lagu Indonesia. Langsung deh
kita mulai Januari 2015 lalu. Pada saat itulah Suara Disko pertama diadakan dan
Diskoria terbentuk. Itu adalah bentuk kecintaan kita terhadap musik Indonesia.
Ada satu kejadian yang melatar belakangi diskoria dulu tahun 2008 nge-dj di Centro, Jakarta. Disitu kita melihat ada stiker di DJ deck nya bertuliskan “ Dilarang main lagu
Indonesia”. Dari situ lah gue sama Aat mikir memang ada kenapa sih dengan lagu Indonesia,
ada yang salah kah dengan itu. Gue sama Aat nemuin piringan hitam lagu-lagu
Indonesia, banyak yang bagus juga sekalian aja kita buat platform Dj Indonesia.
Semacam anti-tesis buat keadaan kelab di Indonesia. Di Jakarta memang pada saat
itu agak meng-anak tirikan lagu-lagu Indonesia.
Dalam setiap
penampilan Diskoria di banyak kota, pasti harus update dengan lagu-lagu yang
baru kan. Ada ngga ciri khusus lagu-lagu yang dicari Diskoria untuk ditampilkan
?
Merdi : Ada sih.
Karena kita kumpulin piringan hitam Indonesia itu kualitas nya ngga begitu
bagus. Ketika kita mencoba mix lagu-lagu Indonesia, hasilnya tuh beda-beda.
Cara yang paling bisa kita tempuh adalah kita minta bantuan ke teman-teman yang
memiliki kemampuan me-remix, edit. Kita minta supaya lebih dibuat suara lagunya
lebih mantap, lebih dance-friendly & club-friendly gitu. Lagu lagu yang
kita bawain banyak dari versi remix dan edit.
Aat : Kita juga
sampai sekarang masih sering mengkonversi lagu piringan hitam ke mp3 atau wav.
Biar lebih mudah dan siap ketika kita bawa tampil lagunya.
Sebelum Diskoria
terbentuk, masing-masing dari kalian membawakan musik genre apa sih di
penampilan kalian sendiri ?
Merdi : Kalo gue
dulu mainnya Italo Disco, Ballearic, Space Disco, Deep House, Nu Disco itu sih
gue
Aat : Kalo gue
Classic Disco. Gue juga main lagu-lagu Dub, Dub-Reggae juga
Sekarang Diskoria
bersamaan dengan event Suara Disko yang lagi naik daun, sering main di beberapa
kota dan juga banyak anak muda yang meramaikan acara kalian. Bagaimana reaksi
kalian mengetahui itu ?
Merdi : Kita
kaget banget lah. Ngga menyangka awalnya kita bikin ini juga buat seru-seruan
karena kita cinta musik Indonesia dan ngga ada bayangan apa yang kita lakukan
ini diapresiasi oleh teman-teman yang umur nya jauh lebih muda dari kita.
Mungkin kita ngelihat nya lebih ke komunitas ya, kan ada sekelompok orang yang
suka ke hal-hal yang vintage atau retro-culture. Orang-orang yang suka dengan
art atau orang-orang yang hidup di zamannya lagu-lagu yang biasa kita tampilin
di Diskoria. Jadi kita arah mainnya di acara seni, acara reuni, acara nostalgia
gitu. Ngga menyangka bahwa ini bisa menjadi sebuah pergerakan yang
meng-influence berbagai subculture. Kita juga mulai lihat dari temen-temen yang
biasa main house, dia masukkin beberapa lagu Indonesia juga. Kita ngga bilang
itu karena kita, tapi ada beberapa persen andil yang telah kita rasa. Amazed
banget sih.
Aat : Pertama
kali Suara Disko sampai Volume 9 ini, secara tidak kita sadari, orang jadi
lebih akrab dengan lagu yang kita mainkan. Ada waktu itu orang-orang belum
hafal tapi akhirnya sampai ke edisi 9 ini, orang-orang udah mulai mengenal.
Seneng banget untuk mengetahui itu.
Berjalannya
Diskoria bersama Suara Disko selama ini, kalian pernah ngga menghadapi kejadian
yang tidak berkesan saat tampil ?
Aat : Alhamdulilah
ngga ada sih, kita bawa fun aja haha.
Merdi : Seinget
gue, ada satu kejadian yang aneh. Dia datang di Suara Disko Volume 2. Dia
datang ke depan kita, dan dia tanya “Ngapain sih kalian pasang lagu-lagu ini,
anak-anak ini tuh ngga lahir di tahun lagu ini beredar kali” Kita bener-bener
ke colek tuh. Memang ada apa dengan lagu lagu ini kan, lalu kita jawab aja “ Ini
acara disko Indonesia, kita membawakan lagu-lagu Indonesia dong”. Lucunya,
setelah itu orang tersebut selalu datang di setiap acara Suara Disko. Menurut
gue lucu banget itu. Awalnya dia request untuk protes kan, tapi sekarang disaat
acara Suara Disko atau cuma Diskoria yang main, dia selalu datang dan request
lagunya chrisye. Ada juga pengalaman unik di Bandung. Setelah kita selesai
main, gue di kontak sama komunitas punk dan diminta untuk main ditempat mereka
biasanya buat konser band-band punk. Suatu kehormatan banget buat kita. Lalu,
setelah kita main, jumlah followers kita selalu naik rata-rata dari teman-teman
komunitas band. Ada yang band hardcore, ada anak punk. Mereka semua datang ke
acara kita, nyanyi-nyanyi bareng. Kita ngga menyangka aja musik Indonesia bisa
menyentuh segala lapisan jenis musik. Semua kalangan yang kita pikir ngga
mungkin bersatu. Kita mikir ngga mungkin kan anak-anak punk bakal main ke
kelab. Itu semua kejadian di Suara Disko, mereka dateng, kedepan dan
nyanyi-nyanyi lagu yang kita mainin. Gila parah keren banget.
Kedepannya,
Diskoria ada harapan untuk perkembangan musik Indonesia ?
Merdi : Kita
berharap sih ada regenerasi terus dalam musik Indonesia. Kita ngga mau yang
terpaku main di masa lampau terus. Dari Suara Disko satu ke selanjutnya, kita
selalu coba untuk melintang lagi ke musik-musik tahun 90’an, balik lagi ke
70’an setelah itu ke era 2000’an. Ketika kita pasang playlist dj set, kita juga
mainin lagu-lagu band indie kesukaan kita yang di era 2000. Buat kita, mereka
adalah future classic dalam musik Indonesia. Kita ngga mempersempit hanya
lagu-lagu disko aja yang kita mainkan, kita cuma mau nunjukkin inilah materi
tahun 2000’an yang akan menjadi musik-musik klasik masa depan. Setiap kali
mainin lagunya Efek Rumah Kaca, Naif, Potret. Mereka nyanyi semua dan itu bisa
dibawa ke disko, orang pulang jadi senang. Intinya kita ingin menghapus stigma
bahwa musik Indonesia itu norak. Musik Indonesia bisa menyentuh diri kita
paling dalam. Siapapun kalian mau anak band, DJ edm, sekali kita pasang lagu
Indonesia pasti kalian nyanyi. Kita akan tetap berusaha mendorong untuk itu.
Apakah ada rencana
untuk membawa Diskoria tampil keluar kota selain Jakarta dan Bandung ?
Aat : Mau banget
itu ! Ditunggu aja undangannya ya !
Merdi : Kita
sambil menunggu undangan juga. Disamping itu, kita coba untuk menjalin kerjasama
dengan brand dan sponsor yang bisa membantu membiayai keberangkatan kita.
Sampai sekarang ini, udah ada beberapa calon, kita lagi mikir pengen ke
Sumatera, Bali dan kota-kota di Jawa pastinya. Jadi kita Diskoria ngga mau
dalam 1 bulan cuma main di 1 kota aja, kita mau menjaga momentum serunya. Lagu-lagu
Indonesia kan banyak yang nyanyi-nyanyi kan. Kalau kita sering tampilin yang
nyanyi-nyanyi terus, orang bakal bosen. Tiap minggu di suplai lagu-lagu nyanyi
terus. Sebisa mungkin kita cari gig di luar kota . Jakarta dan Bandung udah
sering banget.
Apakah Diskoria
bakal memproduksi EP atau ada projek lainnya ?
Merdi : Ada nih.
Sekarang sedang mengerjakan edit dan kemungkinan kerjasama dengan salah satu
band yang belum bisa kita sebut untuk bikin theme song Suara Disko dan kita
juga coba bikin versi remixnya. Kemarin kita juga masih ada proyek tertunda
dengan Fariz RM, kita mau follow up untuk kita bikin versi groove collection
dan remix dari Fariz RM untuk bisa kita rilis supaya orang-orang makin tau
bahwa disko Indonesia itu bagus juga. Itu salah satu agenda kita pada tahun
ini.
Biar makin kepo dengan mereka, go check their soundcloud dan nantikan penampilan mereka di kotamu !
Keep update with Diskoria & Suara Disko by follow their instagram's @DISKORIA.SELEKTA & @SUARADISKO
Biar makin kepo dengan mereka, go check their soundcloud dan nantikan penampilan mereka di kotamu !
Keep update with Diskoria & Suara Disko by follow their instagram's @DISKORIA.SELEKTA & @SUARADISKO

Post a Comment