TEN-SKY TALKS #004 : Diskoria Selekta


Diskoria adalah grup DJ duo yang diciptakan oleh Merdi Leonardo Simandtjuntak dan Fadli Aat. Diskoria dikenal sebagai grup dj yang konsisten membawakan musik-musik klasik Indonesia saat mereka tampil. Mereka membawakan lagu-lagu dari Chrisye, Fariz RM, Guruh Soekarno Putra, Reza Arthamevia ke lantai dansa dan mampu membuat para pendatang acara Diskoria bernyanyi ria semalaman.

Diskoria sendiri terinspirasi oleh disc jockey luar negeri yang bangga menampilkan gaya musik dari asalnya dan Diskoria pun terpacu untuk menampilkan lagu-lagu klasik asli Indonesia di setiap penampilannya. Pada beberapa waktu lalu, TEN-SKY berkesempatan bertemu dengan Diskoria di Rumah Opa, Malang. Berbincang bagaimana perspektif mereka terhadap musik Indonesia serta pengalaman unik yang dialami Diskoria setelah mengadakan berbagai event dengan grup yang ikut membesarkan DJ duo ini, Suara Disko.

Bagaimana sih awal terbentuknya Diskoria ?

Aat : Awalnya kan saya sama Merdi suka banget koleksi piringan hitam termasuk piringan hitam musik Indonesia juga. Kita sebenernya udah lama rencana mau main musik-musik Indonesia dan ternyata disambut sama Daiva dari Suara Disko januari 2015 lalu. Pertama kali Diskoria main ya di Suara Disko itu.

Jadi dari hobi Aat dan Merdi dalam mengkoleksi piringan hitam Indonesia menjadi dasar terbangunnya Diskoria ?

Aat : Iya betul banget.

Merdi : Kita berdua waktu itu ngumpul-ngumpulin lagu Indonesia dan kita dengerin lagu-lagunya. Ternyata banyak lagu-lagunya yang vibenya disko banget. Disaat kita lagi mikirin konsep buat party bawain lagu Indonesia, Suara Disko juga hubungin kita, mereka mau bikin party bawain lagu-lagu Indonesia. Langsung deh kita mulai Januari 2015 lalu. Pada saat itulah Suara Disko pertama diadakan dan Diskoria terbentuk. Itu adalah bentuk kecintaan kita terhadap musik Indonesia. Ada satu kejadian yang melatar belakangi diskoria dulu tahun 2008 nge-dj di Centro, Jakarta. Disitu kita melihat ada stiker di DJ deck nya bertuliskan “ Dilarang main lagu Indonesia”. Dari situ lah gue sama Aat mikir memang ada kenapa sih dengan lagu Indonesia, ada yang salah kah dengan itu. Gue sama Aat nemuin piringan hitam lagu-lagu Indonesia, banyak yang bagus juga sekalian aja kita buat platform Dj Indonesia. Semacam anti-tesis buat keadaan kelab di Indonesia. Di Jakarta memang pada saat itu agak meng-anak tirikan lagu-lagu Indonesia.

Dalam setiap penampilan Diskoria di banyak kota, pasti harus update dengan lagu-lagu yang baru kan. Ada ngga ciri khusus lagu-lagu yang dicari Diskoria untuk ditampilkan ?

Merdi : Ada sih. Karena kita kumpulin piringan hitam Indonesia itu kualitas nya ngga begitu bagus. Ketika kita mencoba mix lagu-lagu Indonesia, hasilnya tuh beda-beda. Cara yang paling bisa kita tempuh adalah kita minta bantuan ke teman-teman yang memiliki kemampuan me-remix, edit. Kita minta supaya lebih dibuat suara lagunya lebih mantap, lebih dance-friendly & club-friendly gitu. Lagu lagu yang kita bawain banyak dari versi remix dan edit.

Aat : Kita juga sampai sekarang masih sering mengkonversi lagu piringan hitam ke mp3 atau wav. Biar lebih mudah dan siap ketika kita bawa tampil lagunya.

Sebelum Diskoria terbentuk, masing-masing dari kalian membawakan musik genre apa sih di penampilan kalian sendiri ?

Merdi : Kalo gue dulu mainnya Italo Disco, Ballearic, Space Disco, Deep House, Nu Disco itu sih gue

Aat : Kalo gue Classic Disco. Gue juga main lagu-lagu Dub, Dub-Reggae juga

Sekarang Diskoria bersamaan dengan event Suara Disko yang lagi naik daun, sering main di beberapa kota dan juga banyak anak muda yang meramaikan acara kalian. Bagaimana reaksi kalian mengetahui itu ?

Merdi : Kita kaget banget lah. Ngga menyangka awalnya kita bikin ini juga buat seru-seruan karena kita cinta musik Indonesia dan ngga ada bayangan apa yang kita lakukan ini diapresiasi oleh teman-teman yang umur nya jauh lebih muda dari kita. Mungkin kita ngelihat nya lebih ke komunitas ya, kan ada sekelompok orang yang suka ke hal-hal yang vintage atau retro-culture. Orang-orang yang suka dengan art atau orang-orang yang hidup di zamannya lagu-lagu yang biasa kita tampilin di Diskoria. Jadi kita arah mainnya di acara seni, acara reuni, acara nostalgia gitu. Ngga menyangka bahwa ini bisa menjadi sebuah pergerakan yang meng-influence berbagai subculture. Kita juga mulai lihat dari temen-temen yang biasa main house, dia masukkin beberapa lagu Indonesia juga. Kita ngga bilang itu karena kita, tapi ada beberapa persen andil yang telah kita rasa. Amazed banget sih.

Aat : Pertama kali Suara Disko sampai Volume 9 ini, secara tidak kita sadari, orang jadi lebih akrab dengan lagu yang kita mainkan. Ada waktu itu orang-orang belum hafal tapi akhirnya sampai ke edisi 9 ini, orang-orang udah mulai mengenal. Seneng banget untuk mengetahui itu.

Berjalannya Diskoria bersama Suara Disko selama ini, kalian pernah ngga menghadapi kejadian yang tidak berkesan saat tampil ?

Aat : Alhamdulilah ngga ada sih, kita bawa fun aja haha.

Merdi : Seinget gue, ada satu kejadian yang aneh. Dia datang di Suara Disko Volume 2. Dia datang ke depan kita, dan dia tanya “Ngapain sih kalian pasang lagu-lagu ini, anak-anak ini tuh ngga lahir di tahun lagu ini beredar kali” Kita bener-bener ke colek tuh. Memang ada apa dengan lagu lagu ini kan, lalu kita jawab aja “ Ini acara disko Indonesia, kita membawakan lagu-lagu Indonesia dong”. Lucunya, setelah itu orang tersebut selalu datang di setiap acara Suara Disko. Menurut gue lucu banget itu. Awalnya dia request untuk protes kan, tapi sekarang disaat acara Suara Disko atau cuma Diskoria yang main, dia selalu datang dan request lagunya chrisye. Ada juga pengalaman unik di Bandung. Setelah kita selesai main, gue di kontak sama komunitas punk dan diminta untuk main ditempat mereka biasanya buat konser band-band punk. Suatu kehormatan banget buat kita. Lalu, setelah kita main, jumlah followers kita selalu naik rata-rata dari teman-teman komunitas band. Ada yang band hardcore, ada anak punk. Mereka semua datang ke acara kita, nyanyi-nyanyi bareng. Kita ngga menyangka aja musik Indonesia bisa menyentuh segala lapisan jenis musik. Semua kalangan yang kita pikir ngga mungkin bersatu. Kita mikir ngga mungkin kan anak-anak punk bakal main ke kelab. Itu semua kejadian di Suara Disko, mereka dateng, kedepan dan nyanyi-nyanyi lagu yang kita mainin. Gila parah keren banget.

Kedepannya, Diskoria ada harapan untuk perkembangan musik Indonesia ?

Merdi : Kita berharap sih ada regenerasi terus dalam musik Indonesia. Kita ngga mau yang terpaku main di masa lampau terus. Dari Suara Disko satu ke selanjutnya, kita selalu coba untuk melintang lagi ke musik-musik tahun 90’an, balik lagi ke 70’an setelah itu ke era 2000’an. Ketika kita pasang playlist dj set, kita juga mainin lagu-lagu band indie kesukaan kita yang di era 2000. Buat kita, mereka adalah future classic dalam musik Indonesia. Kita ngga mempersempit hanya lagu-lagu disko aja yang kita mainkan, kita cuma mau nunjukkin inilah materi tahun 2000’an yang akan menjadi musik-musik klasik masa depan. Setiap kali mainin lagunya Efek Rumah Kaca, Naif, Potret. Mereka nyanyi semua dan itu bisa dibawa ke disko, orang pulang jadi senang. Intinya kita ingin menghapus stigma bahwa musik Indonesia itu norak. Musik Indonesia bisa menyentuh diri kita paling dalam. Siapapun kalian mau anak band, DJ edm, sekali kita pasang lagu Indonesia pasti kalian nyanyi. Kita akan tetap berusaha mendorong untuk itu.

Apakah ada rencana untuk membawa Diskoria tampil keluar kota selain Jakarta dan Bandung ?

Aat : Mau banget itu ! Ditunggu aja undangannya ya !

Merdi : Kita sambil menunggu undangan juga. Disamping itu, kita coba untuk menjalin kerjasama dengan brand dan sponsor yang bisa membantu membiayai keberangkatan kita. Sampai sekarang ini, udah ada beberapa calon, kita lagi mikir pengen ke Sumatera, Bali dan kota-kota di Jawa pastinya. Jadi kita Diskoria ngga mau dalam 1 bulan cuma main di 1 kota aja, kita mau menjaga momentum serunya. Lagu-lagu Indonesia kan banyak yang nyanyi-nyanyi kan. Kalau kita sering tampilin yang nyanyi-nyanyi terus, orang bakal bosen. Tiap minggu di suplai lagu-lagu nyanyi terus. Sebisa mungkin kita cari gig di luar kota . Jakarta dan Bandung udah sering banget.

Apakah Diskoria bakal memproduksi EP atau ada projek lainnya ?


Merdi : Ada nih. Sekarang sedang mengerjakan edit dan kemungkinan kerjasama dengan salah satu band yang belum bisa kita sebut untuk bikin theme song Suara Disko dan kita juga coba bikin versi remixnya. Kemarin kita juga masih ada proyek tertunda dengan Fariz RM, kita mau follow up untuk kita bikin versi groove collection dan remix dari Fariz RM untuk bisa kita rilis supaya orang-orang makin tau bahwa disko Indonesia itu bagus juga. Itu salah satu agenda kita pada tahun ini.

Biar makin kepo dengan mereka, go check their soundcloud dan nantikan penampilan mereka di kotamu !

Keep update with Diskoria & Suara Disko by follow their instagram's @DISKORIA.SELEKTA & @SUARADISKO

No comments

Powered by Blogger.